Kajian Keberlanjutan Rumah Lanting di Banjarmasin

Kajian Keberlanjutan Rumah Lanting di Banjarmasin

Penelitian terkait permasalahan-permasalahan pembangunan daerah menjadi salah satu perhatian dan konsentrasi Perguruan Tinggi khususnya Fakultas Teknik ULM. Hasil yang solutif menjadi generator dan perwujudan kontribusi akademisi dalam setiap fase pertumbuhan dan perkembangan kota. Salah satu upaya bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Rabu 20 Februari 2019 terlaksana kegiatan Paparan awal Kajian Keberlanjutan Rumah Lanting di Banjarmasin.

Landasan kegiatan ini diawali adanya surat penunjukan dari Barenlitbangda Kota Banjarmasin kepada Tim Dosen dari Fakultas Teknik ULM khususnya Kelompok Bidang Keahlian Permukiman Tepi Sungai dan Arsitektur Vernakular. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Barenlitbangda Kota Banjarmasin dan Kabid Litbang Kota Banjarmasin dengan penekanan kegiatan pada penguatan bidang penelitian dengan melibatkan unsur akademisi pada permasalahan kota dan harapan hasil kajian ini mampu menjadi landasan pengembangan keberlanjutan rumah lanting di Banjarmasin.

Dengan Kerangka Acuan Kerja yang komprehensif kajian ini juga diharapkan solutif pada hal mendasar dari rumah lanting baik dari aspek historis, hirarki keruangan, aspek fisik bangunan dan lingkungan sekitar, serta aspek non fisik terkait latar belakang penghuni, legalisasi lahan serta aspek terkait lainnya. Urgensi penelitian ini juga akan menganalisis kerangka teoritik dan pola-pola destinasi wisata terhadap fungsi dan keberlanjutan rumah lanting di masa yang akan datang serta arahan dan rekomendasi desain yang akan meningkatkan nilai kawasan serta mendukung potensi Kota Banjarmasin sebagai kota sungai.

Tim peneliti terdiri atas Dr. Bani Noor Muchamad, ST., MT, Dr. Ira Mentayani, Dr. Irwan Yudha Hadinata, Naimatul Aufa, ST., M.Sc., Mohammad Ibnu Saud, ST., M.Sc., Prima Widia Wastuty, ST., MT, dan JC Heldiansyah, ST., M.Sc dibantu oleh mahasiswa Prodi Arsitektur FT ULM.

Kegiatan ini berhasil menjaring banyak masukan terkait subtansi penelitian, metode penelitian serta masukan dari segi peraturan dan perundangan yang berlaku. Peserta pra ekspos cukup banyak dan memberi masukan yang membangun, antara lain dari tim Balitbangda Provinsi Kal-Sel, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim dan PUPR, Pokja PKP Banjarmasin serta yang sangat menarik juga diperoleh masukan dan kehadiran dari LSM dan komunitas Daun Hijau, FKH, Melingai, dan perwakilan dari Srikandi Sungai Indonesia.