Rencana Strategis

Perjanjian Kinerja

Laporan Kinerja

VMTS & Strategi Pencapaian

Sebagai salah satu fakultas di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), maka Fakultas Teknik (FT) mengemban amanat mendukung tercapainya visi ULM 2020-2024 secara khusus dan visi Kemendikbud 2020-2024 pada umumnya. Dalam Renstra Kemendikbud 2020-2024 dinyatakan Visi Kemendikbud adalah:

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global”.

Adapun dalam Renstra ULM 2020-2024 dinyatakan Visi ULM adalah:

“Terwujudnya ULM sebagai Universitas terkemuka dan berdaya saing di bidang lingkungan lahan basah”.

Selanjutnya guna mendukung tercapainya Visi ULM 2020-2024 maka ditetapkan Visi FT 2020-2024 adalah:

Visi FT 2020-2024

Menjadi fakultas yang terkemuka dan berdaya saing dalam rekayasa dan penerapannya di bidang lingkungan lahan basah.

Dari uraian visi FT di atas, yang menjadi penekanan adalah:

(1) Rekayasa​, yaitu kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mencakup upaya menemukan permasalahan serta menemukan solusi atas permasalahan yang ada di lingkungan lahan basah melalui proses analisis ilmiah. Rekayasa disini adalah wujud dari ilmu pengetahuan, baik berupa konsep, model, prototipe, maupun bentuk lainnya. Penekanan pada Rencana Strategis Fakultas Teknik 2020-2024 rekayasa ini sesuai dan berkaitan dengan aspek relevansi dan produktivitas yang menjadi sasaran fase II RIP ULM.

(2) Penerapannya​, yaitu kemampuan dalam mengimplementasikan rekayasa yang ada dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi persoalan yang muncul khususnya di lingkungan lahan basah. Penekanan pada penerapan disini juga sangat erat kaitannya dengan aspek relevansi dan produktivitas yang menjadi sasaran fase II RIP ULM.

Untuk mendukung pencapaian Visi ULM maka disusun Misi FT sebagai berikut:

Misi FT 2020-2024

(1) Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan kebutuhan pembangunan yang berfokus pada program unggulan lingkungan lahan basah.

(2) Mewujudkan tata kelola fakultas yang kuat dan berkarakter berdasarkan prinsip pelayanan, berkeadilan, dan praktek baik, melalui peningkatan SDM dan sarana prasarana.

(3) Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk mendukung pengajaran dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi.

(4) Menyelenggarakan kerjasama dengan alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Tata Nilai

Pelaksanaan misi dan pencapaian visi memerlukan penerapan tata nilai yang sesuai dan mendukung. Tata nilai merupakan dasar sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh sivitas FT dalam menjalankan tugas. Tata nilai yang diutamakan pada Renstra FT 2020-2024 ini adalah sebagai berikut:

(1) Giat​. Nilai giat memiliki makna bersemangat dalam perbuatan dan usaha untuk memberikan hasil yang terbaik. Indikator dari nilai giat adalah:

  • Pantang menyerah
  • Selalu memiliki keinginan untuk belajar, khususnya terhadap hal-hal baru atau yang diperlukan.
  • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap tugas yang diberikan.

(2) Efisien​. Nilai efisien memiliki makna pencapaian keluaran (output) tertentu dengan masukan paling rendah atau masukan paling rendah dengan keluaran (output) maksimal. Indikator dari nilai efisien adalah:

  • Mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang ada
  • Mampu memberikan hasil pekerjaan di atas target
  • Mampu memanfaatkan segala sumberdaya yang ada semaksimal mungkin
  • Hemat dalam penggunaan sumberdaya sesuai kebutuhan
  • Menghargai waktu

(3) Santun​. Nilai santun memiliki makna halus dan baik budi bahasanya serta tingkah lakunya; sabar dan tenang; atau sopan; penuh rasa belas kasihan; suka menolong. Indikator dari nilai santun adalah:

  • Berpenampilan rapi
  • Mau mendengar dan memperhatikan lawan bicara
  • Mampu mengontrol emosi
  • Selalu bersedia memberikan bantuan sejauh untuk kebaikan
  • Memiliki kepedulian terhadap sesama

(4) Inovatif​. Nilai inovatif memiliki makna memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah
dikenal sebelumnya. Hal baru tersebut dapat berupa gagasan, metode, atau alat. Indikator dari nilai inovatif adalah:

  • Memiliki pola pikir, cara pandang, dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan, serta mampu menghasilkan karya baru:
  • Selalu melakukan penyempurnaan dan perbaikan berkala dan berkelanjutan:
  • Bersikap terbuka dalam menerima ide-ide baru yang konstruktif;
  • Berani mengambil terobosan dan solusi dalam memecahkan masalah;
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja secara efektif dan efisien;
  • Tidak merasa cepat puas dengan hasil yang dicapai;
  • Tidak bersikap tertutup terhadap ide-ide pengembangan; dan
  • Tidak monoton

(5) Terampil​. Nilai terampil memiliki makna cakap dalam menyelesaikan tugas; mampu dan cekatan. Indikator dari nilai terampil adalah:

  • Teliti dalam bekerja.
  • Mampu menyelesaikan setiap pekerjaan sampai tuntas.
  • Menguasai dengan baik pekerjaan dan selalu melatih kemampuan.
  • Mampu meningkatkan hasil pekerjaan dari waktu ke waktu.

Tujuan ditetapkan untuk menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi. Berdasar hal tersebut maka FT menetapkan empat tujuan, yaitu:

Tujuan

(1) Pengembangan pendidikan tinggi yang berkeadilan, berkesetaraan, berkualitas, dan relevan dengan tuntutan kebutuhan pembangunan yang berfokus pada unggulan di bidang lingkungan lahan basah, khususnya rekayasa (​engineering​) dan penerapannya di masyarakat;

(2) Penguatan tata kelola berdasarkan tata kelola yang baik (​good governance​): efektif, efisien, transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, melayani, beserta penguatan kualitas SDM dan sarana prasarana pendukungnya;

(3) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat;

(4) Penguatan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha dan industri, serta pemangku kepentingan lainnya pada tingkat nasional dan internasional.

Dalam rangka mengukur tingkat ketercapaian tujuan FT yang telah ditetapkan, maka diperlukan sejumlah sasaran strategis (SS) yang akan dicapai pada tahun 2024.

Sasaran Strategis

(1) Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan pertama adalah SS-1​: Meningkatnya kualitas lulusan, khususnya lulusan yang unggul dalam rekayasa di bidang lingkungan lahan basah, dan penerapannya di masyarakat​. (2) Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan kedua adalah SS-2​: Meningkatnya mutu layanan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan​. (3) Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan ketiga adalah SS-3​: Meningkatnya karya ilmiah dan peran serta sivitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi​. (4) Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan keempat adalah SS-4​: Menguatnya kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha dan industri, serta pemangku kepentingan lainnya pada tingkat nasional dan internasional.

Arah Kebijakan dan Strategi

Sebagai salah satu fakultas yang ada di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat maka kebijakan FT tidak terlepas dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan juga kebijakan Universitas Lambung Mangkurat yang sudah ditetapkan. FT merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Rektor dan mempunyai tugas mengkoordinasikan dan menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi dalam satu rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dalam melaksanakan tugas, FT menyelenggarakan fungsi:

1. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan di lingkungan Fakultas;
2. pelaksanaan penelitian untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
3. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
4. pelaksanaan pembinaan civitas akademika;
5. pelaksanaan urusan tata usaha.

Namun demikian, seiring perubahan kebijakan pendidikan tinggi dan juga kebijakan reformasi birokrasi yang sangat cepat maka FT harus penetapan strategi yang mampu mengantarkan FT menghadapi permasalahan yang dihadapi sekaligus tantangan ke depan. Untuk itu strategi FT untuk mencapai sasaran strategis yang ada sbb:

1. Memperbaiki suasana (atmosfer) akademik yang dapat mendorong lahirnya produk inovasi.
2. Memperbaharui sistem dan mekanisme kerja di lingkungan FT berbasis kemajuan teknologi informasi
3. Memberikan kesempatan dan sarana prasarana yang mendukung mahasiswa untuk memperoleh berbagai kompetensi yang dibutuhkan.
4. Mengintegrasikan kerjasama dengan kegiatan penelitian dan pengabdian.

Selain itu, terkait rencana ULM menjadi Satker PPK BLU maka FT juga harus memulai mempersiapkan program-program yang dapat dikembangkan manakala ULM telah disetujui sebagai Satker PPK-BLU. Seluruh kebijakan dan strategi yang disusun perlu didukung oleh SDM dan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi. Untuk itu FT menjadikan TIK sebagai tulang punggung (backbone) untuk menjalankan seluruh fungsi yang ada.

Dokumen Rencana Strategis

Perjanjian Kinerja

Sasaran
Indikator Kerja
Target
(1) (2) (3)
Meningkatnya kualitas Kurikulum dan pembelajaran
Persentase program studi S1 dan S0 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra. 80 %
Persentase mata kuliah S1 dan S0 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi. 20 %
Persentase Program Studi Terakreditasi Unggul (A dan B) 80 %
Jumlah Bahan Ajar (Buku / Modul dan lain-lain ) 30 Buku / Modul
Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi
Persentase lulusan S1 dan S0 yang berhasil mendapat pekerjaan 60 %
Persentase lulusan S1 dan S0 yang melanjutkan studi 2 %
Persentase lulusan S1 dan S0 yang menjadi wiraswasta. 1,5 %
Persentase mahasiswa S1 dan S0 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus. 2,5 %
Rata-rata Masa Studi Lulusan S1 4,5 Tahun
Rata-rata Masa Studi Lulusan S2 3,75 Tahun
Persentase Lulusan Bersertifikat Kompetensi dan Profesi 100 %
Persentase Mahasiswa yang mengikuti kegiatan merdeka belajar 2,5 %
Jumlah Mahasiswa yang Berwirausaha 2 Mahasiswa
Jumlah Prestasi Mahasiswa di Tingkat Wilayah, 48 Mahasiswa
Jumlah Prestasi Mahasiswa di Tingkat Nasional 1 Mahasiswa
Meningkatnya jumlah judul dan dosen yang terlibat melaksanakan penelitian dan jumlah penelitian yang bermutu
Jumlah Penelitian Yang Dimanfaatkan Masyarakat 4 Judul
Jumlah Prototype Industri 1 Judul
Jumlah Prototype R & D 1 Judul
Meningkatnya jumlah publikasi hasil penelitian pada pertemuan ilmiah dan jurnal nasional serta internasional
Jumlah jurnal bereputasi terindeks nasional 30 Jurnal
Jumlah Publikasi Internasional 12 Artikel/Buku/dll
Jumlah Sitasi Karya Ilmiah 31 Sitasi / kali
Meningkatnya hasil penelitian dosen yang mendapat HAKI
Jumlah HKI Yang didaftarkan 5 Judul
Jumlah HKI Yang Mendapatkan Patent, Hak Cipta, Hak Merek dll 1 Judul
Meningkatnya hasil penelitian Inovatif Jumlah Produk Inovasi 4 Produk
Meningkatnya kuantitas dan kualitas pengabdian pada masyarakat yang dapat mengoptimalkan potensi / keunggulan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jumlah Pengabdian Kepada Masyarakat 50 Judul
Implementasi konsep Lingkungan Lahan Basah oleh semua pemangku kepentingan Jumlah Program Studi Yang Memasukkan Muatan Kurikulum Program Unggulan Lingkungan Lahan Basah (LLB) 9 Jumlah
Terimplementasinya sistem informasi manajemen berbasis ICT yang mendukung operasional dan sistem pengambilan keputusan Jumlah Layanan Yang Telah Memanfaatkan Sistem Informasi (Aplikasi) 45 Layanan
Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga pendidik
Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject) 2,4 %
Persentase dosen yang bekerja sebagai praktisi di dunia industri, 6,4 %
Persentase dosen yang membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima) tahun terakhir 8 %
Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3 yang memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; 15 %
Rasio Dosen dan Mahasiswa 1 : 23 Ratio
Rasio Jumlah Dosen Tetap Terhadap Jumlah Dosen 1 : 1 Ratio
Persentase Dosen Tetap Berkualifikasi Akademik S3 33 %
Persentase Dosen Dengan Jabatan Guru Besar 4 %
Persentase Dosen Dengan Jabatan Lektor Kepala 22 %
Persentase Dosen Bersertifikat Pendidik 83 %
Meningkatnya kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan
Persentase Tenaga Kependidikan dengan Sertifikat Kompetensi 24 %
Jumlah Pejabat Fungsional Arsiparis 1 Orang
Jumlah Pejabat Fungsional Laboran 1 Orang
Jumlah Pejabat Fungsional Analis Kepegawaian 1 Orang
Meningkatnya tata kelola Unit kerja di lingkungan ULM
Persentasi Realisasi Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Unit kerja Minimal 90 % 100 %
Persentase Kuantitas Tindak Lanjut Temuan BPK / Itjen dalam 3 tahun terakhir 90 %
Persentase Tindak Lanjut Bernilai Rupiah Temuan BPK / Itjen dalam 3 tahun terakhir 100 %

Laporan Kinerja